Snow In Beicheng

Snow In Beicheng (北城有雪)

By : Ming Kai Ye He (明开夜合)





***


SINOPSIS

Tuan muda ketiga keluarga Tan berselisih dengan keluarganya, hampir memutuskan hubungan dengan ayahnya. Berita itu menyebar dengan cepat, alasannya, konon, sangat tidak masuk akal—semua karena seekor "burung"?

Beberapa orang berkomentar, "Betapa berharganya burung itu?"

Tan Yanxi tertawa dan berkata, "Memang, burung itu tidak bisa dikurung dalam sangkar, dan kamu tidak bisa membujuknya pergi."

Zhou Mi diam-diam memutar matanya ke arahnya. 

Langit kelabu dan salju turun. Tan Yanxi berdiri di dekat jendela, tak bergerak untuk waktu yang lama.

Seseorang datang bertanya, dan dia berkata, "Burung pipit hijauku telah terbang pergi."

Dari mana burung pipit itu berasal pada waktu seperti ini?

Dia tersenyum dan tetap diam.

...

Je suis le dernier sur ta route (Akulah orang terakhir yang lewat di jalanmu)
Le dernier printemps la dernière neige (Musim semi terakhir, salju terakhir)
Le dernier combat pour ne pas mourir (Pertempuran terakhir untuk bertahan hidup)

— Paul Éluard

***

Tan Yanxi sudah memiliki tunangan, tetapi mereka telah sepakat untuk masing-masing menjalani hidup mereka sendiri dan jarang bertemu. Dia berganti-ganti wanita, dan meskipun dia memperlakukan setiap wanita seperti pacar yang sempurna selama hubungan mereka, dia tidak terikat secara emosional dan seharusnya tidak mengharapkan sesuatu yang langgeng. Dia adalah seorang bajingan klasik. 

Meskipun dia berasal dari keluarga kaya dan tidak kekurangan kekuasaan maupun uang, ibunya adalah istri kedua, dan keluarga ayahnya bahkan lebih merepotkan. Orang kaya memiliki banyak masalah, dan dia sama sekali tidak bahagia.

Zhou Mi adalah seorang lulusan baru yang bekerja sebagai penerjemah bahasa Prancis, tinggal bersama adik perempuannya. Ia mencari ayah kandung mereka karena adiknya membutuhkan uang untuk operasi jantung, dan melalui pertemuan inilah ia bertemu dengan Tan Yanxi.

Zhou Mi berwawasan luas dan berpikiran jernih; ia tahu kemungkinan bertemu pria sehebat dia seumur hidupnya sangat rendah, seperti halnya seorang anak tidak bisa tinggal di Disneyland selamanya. Tetapi sementara tubuh membusuk, jiwa tetap bebas, dan ia mendambakan kebahagiaan bak dongeng yang singkat dan tak tergantikan ini.

***

Komentar