The Disease Is Named You
Bing Ming Wei Ni (病名為你)
By : Tian Cuyu (甜醋魚)
Bab 1-15 | Bab 16-30 | Bab 31-45
***
SINOPSIS
Ditulis oleh author yang sama dengan yang menulis Zhui Luo (drama Never Ending Summer), Kuang Lian Ni (Madly In Love With You), Encounter Your Heart
Shi Niannian pertama kali bertemu Jiang Wang di pintu masuk pusat penahanan. Ekspresi anak laki-laki itu begitu acuh tak acuh, tanpa emosi, tampak pucat pasi.
Kemudian, ia mendengar bahwa Jiang Wang adalah putra anggota dewan sekolah yang memukuli seseorang hingga masuk rumah sakit tahun lalu, yang pendengarannya memburuk dan telah dipenjara selama enam bulan.
Semua orang di sekolah memiliki pendapat yang berbeda tentang kejadian tersebut.
Shi Niannian berpikir bahwa Jiang Wang adalah orang yang tidak boleh disinggung di sekolah ini. Shi Niannian berpikir bahwa dia tidak dapat melihat ekspresi emosi apa pun di wajah Jiang Wang. Sampai dia melihat ekspresi sedih di wajah Jiang Wang.
Bau alkohol di tubuh anak laki-laki itu dan bau sabun di pakaiannya bercampur menjadi satu, menciptakan aroma yang luar biasa jernih dan ambigu. Rahangnya menegang, matanya menatap dalam dan dia berbisik tertahan di di telinganya...
"Xiao Jieba*, aku minum anggur dan sekarang aku ingin sekali menciummu. Apa tidak apa-apa?"
*Gagap Kecil
...
Saat dewasa.
Di dunia bisnis, Jiang Wang cepat dan tegas, kejam, seorang pengusaha kelas satu, berdarah dingin dan tidak berperasaan, dan ia tidak menyukai wanita. Semua orang bilang memprovokasi Jiang Zong (Presiden Jiang) sama saja dengan mencari kematian.
Baru pada akhir makan malam amal hari itu, ketika pria itu dikelilingi oleh orang banyak dan dikawal keluar, matanya tiba-tiba berhenti. Ia melangkah cepat, menerobos kerumunan, dan menghampiri orang di pinggir jalan. Ia merangkul pinggang wanita itu, membungkuk, dan membenamkan kepalanya dalam-dalam di lehernya.
Semua orang tercengang. Mereka terbiasa melihatnya sebagai orang yang mendominasi di dunia bisnis, tetapi sekarang ia memeluk seseorang erat-erat dengan sikap yang sangat rendah hati.
Wanita itu mengangkat tangannya, menyentuh rambutnya, dan berkata lembut, "Jiang Wang."
Dia mengumpat pelan, tidak dapat menahan isak tangisnya, "Kamu masih ingat untuk kembali."
Detik berikutnya bahunya mulai bergetar, seolah-olah dia sedang menangis.
Jika hanya ada satu jiwa yang murni dan bersih di dunia ini, terlepas dari apakah ia ternoda oleh dosa atau tidak, ia hanya akan menjadi milikku.
Kamulah khayalanku, pikiranku yang tak pernah terlupakan.
Dunia mengutukku ke neraka.
Namun kau telah membebaskanku.

Komentar
Posting Komentar