Xian Yu / Offering Salted Fish To The Grand Master (When Destiny Brings The Demon)
Xiang Shizu Xianshang Xian Yu (向师祖献上咸鱼)
Offering Salted Fish To The Grand Master
By:Fu Hua (扶华)
Bab 31-40 | Bab 41-50 | Bab 51-60
***
SINOPSIS
Liao Tingyan seorang
wanita kantoran biasa yang hidup di dunia modern yang telah bertransmigrasi ke
dunia kultivasi kuno untuk menjadi agen rahasia sekte iblis. Ia tidak memiliki
ingatan dan harus meraba-raba. Dia adalah seorang murid baru yang baru saja
diterima dan menduduki peringkat terendah di sekte Gengchen Xianfu.
Setelah beberapa
hari, ia menghadap Ba Da Gong Gong Zhu (penguasa Kedelapan Istana Besar) yang
akan memilih murid-murid yang luar biasa untuk melayani leluhur mereka,
satu-satunya keturunan langsung pendiri Sekte Gengchen Xianfu dengan kemampuan
luar biasa, yang baru saja keluar dari pengasingan selama 500 tahun setelah
dijebak oleh sektenya sendiri. Namun, jika mengatakan mereka akan melayani,
pada kenyataannya itu lebih terlihat seperti akan membunuh Sima Jiao, sang
Shizu.
Pengalaman masa lalu
Sima Jiao, membuatnya memiliki hati yang sangat getir, pandangan dunia yang
agak menyimpang, dan kecenderungan untuk membunuh. Kemampuannya untuk memaksa
orang mengungkapkan isi hati mereka yang sebenarnya juga berkontribusi pada
pola pikirnya yang sinis dan letih, karena ia telah berulang kali membuktikan
tipu daya berbagai orang selama bertahun-tahun (ketika mereka bersikap baik
kepadanya secara dangkal untuk mendapatkan keuntungan darinya).
Meskipun Sima Jiao
awalnya memandang Liao Tingyan dengan ketidakpercayaan umum yang sama seperti
yang ia lihat pada masyarakat umum, kepribadian 'ikan asin' dari Liao Tingyan
secara bertahap memenangkan kepercayaannya, dan dia muncul sebagai satu-satunya
pelayan yang masih hidup yang mampu menemaninya saat dia melepaskan diri dari
rantainya dan memulai perjalanan balas dendamnya terhadap Gengchen Xianfu.
...
* Ikan Asin –
istilah sehari-hari yang digunakan netizen untuk menggambarkan seseorang tanpa
ambisi, tanpa tujuan hidup, dan hanya menargetkan untuk menjalani hari demi
hari. Dalam hal ini, karena kurangnya ambisi sang tokoh utama wanita (dan memang
benar), ia tidak memiliki permintaan apa pun kepada sang tokoh utama pria (dan
tidak mengharapkan apa pun darinya secara khusus), yang secara bertahap membuat
sang tokoh utama pria mampu membuka hatinya untuknya.


Komentar
Posting Komentar