He Is In His Prime When He Smile

Ta Xiao Shi Fenghua Zheng Mao (他笑时风华正茂)

He Is In His Prime When He Smile

By : Shu Yuan ()







***

SINOPSIS

Pernahkah kamu jatuh cinta pada seseorang?

Cinta pada pandangan pertama seperti itu yang tidak aku mengerti mengapa,

Mendengar namanya tiba-tiba akan membuatmu waspada,

Aku akan berpura-pura berjalan melewatinya dengan santai,

Aku akan melembutkan suaraku dan menaikkan volume, tanpa mempedulikan apakah dia bisa mendengarku atau tidak.

Aku akan terus menunggu, menunggu giliran, melihat.

...

Tahun itu, Meng Shengnan melirik Chi Zheng dan menyukainya selama delapan tahun.

Menulis "The Boy from the Deep Sea" adalah sebuah pengakuan; memberikan "Chensi Lu" sebagai hadiah adalah penegasan cinta.

Keinginannya hanya satu: "Semoga dia tersenyum di masa keemasan hidupnya."

...

POV Meng Shengnan :

Ketika masih SMA, Meng Shengnan menyukai seseorang. Ia selalu tahu bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang disukai pria itu, jadi ia memendam cinta rahasianya jauh di dalam hatinya.

Meng Shengnan adalah gadis yang berperilaku baik di mata semua orang. Ia berperilaku baik di sekolah, murid yang baik di mata guru-gurunya, dan ia suka menulis novel. 

Saat ini ia sedang mengikuti kompetisi New Concept, tetapi ide-idenya mandek sehingga dia tidak bisa menulis apa pun. Saat ia menulis, senyum menawan pria itu terus muncul di benaknya, dan ia tidak bisa merangkai tulisannya dengan benar. Ia tidak mengerti mengapa ia tertarik pada pria brengsek yang berganti pacar seperti berganti pakaian. Ia pun akhirnya menulis kisah cinta rahasianya sebagai materi kompetisi.

Kala itu ia sangat pemalu dan membenamkan kepalanya di pasir seperti burung unta. Satu-satunya hal yang tidak biasa yang ia lakukan adalah setelah lulus SMA, ia memberi Chi Zheng sebuah buku meditasi (Chensi Lu) dan menulis satu baris di dalamnya: "Di masa-masa keemasan hidupnya ini, kuharap ia akan sadar dan kembali ke jalan yang benar."

Ia pun akhirnya memenangkan hadiah untuk novel tentang cinta rahasianya.

...

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di kampung halamannya.

Ia bukan lagi pemuda yang nakal seperti dulu, tetapi kini ia selalu berjalan menyusuri jalan-jalan tua di Jiangcheng dengan motornya. Saat pertama kali bertemu, Meng Shengnan menatapnya dengan janggut yang tak tercukur, matanya penuh cerita.

Ia melangkah maju di jalannya sendiri, dan di sepanjang jalan terdapat pemandangan indah, tetapi tak ada yang bisa menandingi senyumnya yang menggetarkan. Ia tak tahu bahwa setelah delapan tahun, dua kata "Chi Zheng" masih membuatnya panik dan ingin melarikan diri.

... 

POV Chi Zheng :

Detak jantungnya akan semakin cepat ketika dia melihat Meng Shengnan lagi di kota ini. Kali ini  ia bertekad akan mengejarnya tanpa henti. Demi dirinya, ia akan membangun kembali kariernya, memulai dari nol, dan membalaskan dendam atas penghinaan yang pernah diterimanya. Rasanya benar kata-kata yang ia tulis di halaman judul buku yang ia berikan kepadanya bertahun-tahun lalu: Di masa-masa keemasan hidupnya ini, kuharap ia akan sadar dan kembali ke jalan yang benar."

Dia sudah bertingkah konyol selama separuh hidupnya. Tak ada wanita yang disukainya yang bisa lolos darinya. Namun sekarang, dia benar-benar khawatir untung rugi karena seorang wanita yang keberaniannya hanya sebesar keberanian burung unta.

Wanita ini benar-benar pandai berpura-pura. Dia sudah tahu segalanya, tapi wanita itu masih berpura-pura tidak mengenalnya. Sungguh menyebalkan. Jika dia maju selangkah, wanita akan mundur selangkah, membuatnya gila.

 


Komentar